Tampilkan postingan dengan label mata batin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata batin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Oktober 2011


MEMBUKA MATA BATIN

Oleh dead man



10 Votes
Mengaktifkan mata, hati dan telinga batin yang efektif adalah dengan banyak berdzikir dalam pengertian yang sangat luas. Dzikir berarti ingat pada Tuhan. Tentu bukan sekedar nama-Nya, melainkan hukum-hukum-Nya. Dan ketika kita sudah manunggal (kehendak) dengan Allah, atau manunggaling kawula gusti maka kitapun diberi hak untuk melihat dan berbicara dengan Mata dan Lidah-Nya (penjelasan tentang hal ini ada dalam hadis Qudsi riwayat Thabrani), tentu sesuai dengan kualitas “manunggal” yang kita lakukan. Seorang guru tasawuf mengatakan bahwa sekiranya tidak ada setan yang menghalangi, maka manusia dapat melihat kerajaan langit. Dan salah satu cara untuk menyingkirkan setan dalam hati manusia adalah dengan memperbanyak dzikir atau ingat kepada Allah.
Dijelaskan, dalam hati manusia ada dua wilayah kekuasaan. Satu wilayah dikuasai setan (nafsu jahat) dan wilayah lain dikuasai malaikat. Dua penguasa ini tiap saat selalu berperang. Hati yang selalu diisi dengan dzikir, wilayah setannya makin menyempit dan makin dominan wilayah malaikatnya. Artinya, makin intensif dzikirnya, makin sempit pula wilayah setannya. Karena itu, dzikir yang (benar-benar) dihayati dapat memberikan pengaruh yang sangat positif bagi kesehatan fisik maupun psikis (kejiwaan). Orang dapat terbebas dari stres, depresi, phobia dll karena tingkat keimanannya kepada Allah.
Secara alami, orang yang rileks dan nafsunya terkendali, ia memiliki hati yang lebih hidup. Instink pun menguat dan indera keenamnya membuka. Getaran-getaran halus mudah masuk karena terserap oleh hati dan qalb yang bermagnet itu. Proses ini pada puncaknya memunculkan apa yang disebut LADUNI, suatu ilmu dan pengetahuan yang datang bukan melalui (belajar) dengan manusia, melainkan karena kehendak langsung dari Dzat Yang Maha Kuasa.
Surat Al-Anbiya’ ayat ke : 79. Yang berbunyi :
Fa fahhamnaha Sulaimana wa kullan ataina hukman wa ‘ilman wa sakhkharna ma’a Dawudal jibala yusabbihna wat-tair, wa kunna fa’ilin.
Artinya :
Maka Kami telah memberikan pengetahuan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih kepada Daud. Dan Kamilah yang melakukannya.
Dari makna ayat tersebut, ditinjau dari sisi hikmah (metafisika), seseorang yang menempuh laku spiritual melalui maka insya Allah diberikan berbagai hal. Diantaranya :
- Diberikan padanya pengetahuan dibidang ilmu dan hukum (tentang menjawab dan memutuskan suatu persoalan yang tepat).
- Diberikan ilmu hikmah tentang rahasia alam mati dan alam hidup (digambarkan dengan kalimat gunung dan burung).
Salah satu dari Imam besar yang mengamalkan doa atau amalan sebagaimana tersebut diatas adalah Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi, penulis ribuan kitab kuning yang karena produktifnya sehingga “lupa” berumah tangga.
Ada dua cara mengamalkan amalan tersebut diatas. Yaitu :
- Dibaca sebanyak 11 (sebelas) kali dalam satu hari satu malam. Terutamanya dibaca ketika usai shalat dan masih suci dari hadas.
- Dibaca setelah shalat maghrib tiga kali saja. Namun untuk metode yang ini, setelah ayat tersebut, dilanjutkan dengan doa sebagai berikut :
- YA HAYYU YA QAYYUM, YA ROBBI MUSA WA HARUN, YA ROBBI IBRAHIMA YA ROBBI MUHAMMADIN SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM.
- ALLAHUMMARZUQNIL FAHMA WAL ‘ILMA WAL HIKMATA WAL AQLA BIRAHMATIKA YA ARHAMAR RAHIMI.
Artinya :
- Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Yang Maha Kekal, Wahai Tuhannya Musa dan Harun. Wahai Tuhannya Ibrahim dan Tuhannya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
- Ya Allah, berikanlah rezeki kepadaku berupa kefahaman (kemampuan memahami), dan ilmu, dan hikmah, dan akal (kecerdasan) dengan kasih sayang-Mu wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.
Sesuai dengan artinya, seseorang yang istikomah (rutin) mengamalkan dan bersungguh-sungguh, insya Allah rezekinya tidak jauh dari seputar : Kecerdasan, ilmu, hikmah (bisa disebut metafisika).
Cara ke dua adalah kombinasi cara kesatu dan cara kedua, yang hanya membaca atau mengamalkan sehari dalam jumlah 11 (sebelas) dan amalannya hanya yang surat Al-anbiya : 79 saja, dan setelah usai shalat mahrib juga mengamalkan dengan jumlah amalan tiga kali tetapi dengan menambah doa sebagaimana yang diamalkan oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi.
Selain dengan cara kesatu dan kedua, cara mengamalkannya dengan memberikan “tekanan” pada bidang-bidang khusus. Yaitu, untuk kepentingan yang bersifat akal (kecerdasan intelektual) pada kalimat wal ‘aqla diulang sampai tiga kali, kemudian untuk yang bersifat metafisis (hikmah) memberikan pengulangan pada kalimat wal hikmata diulang tiga kali. Silakan Anda pilih yang mana. Yang pasti, dengan mengamalkan amalan tersebut diatas, insya Allah Anda diberi karunia berupa aktifnya indera-indera batin.
Namun demikian jangan mengamalkan dengan cara over dosis. Seseorang yang karena semangat untuk segera merasakan hasilnya mengamalkannya dengan jumlah ulangan 1000 (seribu) dalam satu hari. Apa hasil yang ia peroleh? Oleh keluarganya ia dibawa ke rumah sakit jiwa karena dianggap kena gangguan jiwa disebabkan ia sering mendengar suara-suara dari atas (langit?) sehingga sering membuatnya menangis, ketakutan dan tersenyum sesuai suara gaib yang ia dengarkan. Dan gangguan halusinasi itu hilang dengan sendirinya setelah ia meninggalkan (sementara) amalan yang dilakukan dengan cara over dosis itu.
Cara sederhana membuka indera keenam versi yang paling tradisional dapat dilakukan dengan berjaga pada malam hari. Pengertian “berjaga” bukan berarti begadang atau tidak tidur malam hanya untuk kepentingan menonton televisi.
Ada beberapa pendapat tentang mengurangi jam tidur untuk kepentingan olah batin. Yaitu, menjaga kerutinan untuk memulai tidur malam setelah jam 24.00 atau setelah tengah malam, karena pada saat pergantian masa itu terdapat energi kegaiban yang dapat diserap. Ada pendapat lain yaitu membiasakan tidur “sore” sekitar jam 21.00 kemudian bangun lebih awal (jam 03.00) kemudian melakukan ibadah dan olah batin melalui doa, dzikir, tafakur, dll.
Karena waktu sepertiga malam yang akhir ini para malaikat turun ke dunia dan mencari hamba-hamba Allah yang bertobat dan berdoa. Sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang paling baik untuk mengutarakan segala kebutuhan dunia dan akhirat. Bagi yang muslim, jika memilih menggunakan metode yang ini sebaiknya dilanjutkan hingga waktu subuh. Setelah shalat subuh dilanjutkan dengan beribadah yang lain dan tidak kembali tidur melainkan terus beraktivitas sesuai dengan profesinya, karena tidur lepas shalat subuh berarti membuang kesempatan istimewa menyongsong malaikat yang membagi rezeki.
Jika orang terdahulu mencari keheningan dengan pergi ke goa atau hutan, kita dapat menemukan suasana hening dan khusyuk itu di lingkungan rumah kita sendiri dengan cara berjaga pada sepertiga malam yang akhir, dan dilanjutkan dengan menyongsong tugas keseharian kita sebagai makhluk sosial. Kebiasaan bangun pagi dan menghirup udara segar dapat menyejukkan hati dan pikiran. Saat ketenangan ada dalam jiwa, gelombang otak kita rendah sehingga mata hati kita aktif. Dari hati yang “hidup” itu secara alami berdampak pada terbukanya indera keenam.
Untuk membuka indera keenam itu tidak cukup dengan ritual yang bersifat lisan (amalan doa, wirid) saja. Seseorang harus hidup lurus dan normal jauh dari stres. Kunci untuk memperoleh hal tersebut dengan rumus : Jangan terlalu banyak hutang kepada Tuhan dan sesama manusia. Jika kondisi sudah mendukung, amalan (apa saja) termasuk beberapa jenis amalan sebagaimana tersebut di atas dapat mengantarkan anda memiliki ketajaman mata hati. Sebaliknya, walau anda rajin melakukan ritual batin namun kehidupan Anda amburadul alias tidak normal, maka amalan batin apa saja yang ingin anda pelajari dan ingin kuasai akan menjadi sia-sia dan tiada hasil.

Sumber :kampussamudrailmuhikmah.wordpress.com

Rabu, 19 Oktober 2011


CARA MENAJAMKAN MATA BATIN

Mata Batin atau dalam Istilah Tasawuf  Al Bathinah merupakan Indera keenam yang Allah berikan kepada setiap manusia, Mata Batin ibarat kaca yang dapat melihat sesuatu (bercermin) atau ibarat pisau tumpul yang dapat diasah sampai tajam sehingga dapat memotong sesuatu benda.
Setiap manusia mempunyai mata batin yang asal mulanya Allah ciptakan bersih tanpa ada noda sedikitpun tetapi kemudian dinodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian.
Ketika kita masih kecil mata batin kita masih bersih sehingga dapat melihat hal-hal yang ghoib dan mudah menangkap Ilmu Pengetahuan dengan mudah tetapi setelah kita besar mata batin kita sudah ternodai oleh sifat-sifat buruk dan keduniawian sehingga tidak dapat melihat lagi hal-hal yang ghoib (tertutup), tempat mata hati adalah Qalbu ( hati nurani ) yang selalu berubah setiap saat sesuai dengan perbuatan manusia sehari-hari jika berbuat jahat akan lupa kepada Allah maka Qalbu itu menjadi kotor dan jika berbuat baik atau berzikir Qalbu itu akan bersih kembali.
Dalam Hadist Nabi disebutkan : "Hati manusia itu ibarat sehelai kain putih yang apabila manusia itu berbuat dosa maka tercorenglah / ternodailah kain putih tersebut dengan satu titik noda kemudian jika sering berbuat dosa lambat-laun sehelai kain putih itu berubah menjadi kotor / hitam". Jika hati nurani sudah kotor maka terkunci nuraninya akan sulit menerima petunjuk dari Allah.

Ada Empat Tahapan Untuk Menajamkan atau Membersihkan Mata Batin :
Pertama, Mengosongkan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, dengki, benci, dan dari sifat keduniawian.
       Kedua, Membuang daya khayal yang mengganggu keyakinan hati kemudian berpikir tentang hal-hal yang ghoib yang kita ketahui.
                   Ketiga, Mendawamkan ( Kontinue ) sholat dan berzikir pada malam hari karena kesepian malam dapat menambah kekhusuk-an hati.
                               Keempat, Meningkatkan Iman dan Kecintaan kepada Allah yaitu : mencintai Allah dari segala-galanya selalu Munajad ( mohon pertolongan Allah ), dan Istikharoh ( meminta petunjuk dari Allah SWT )               


 LANGKAH-LANGKAH MEMPERKUAT CAHAYA BATHIN
Ada beberapa langkah yang memiliki pengaruh positif terhadap kecemerlangan Cahaya Batin manusia, yaitu :
>            1.  Zikir
>            2.  Do'a
>            3.  Shalawat Nabi
>            4.  Makanan Halal dan Bersih
>            5.  Berpantang Dosa Besar
>            6.  Berhati Ikhlas dan Berpantang Tamak
>            7.  Bersedekah ( Dermawan )
>            8.  Mengurangi Makan dan Tidur
>            9.  Zikir Kalimah Toyyibah
>            10. Mengenakan Wewangian
Beberapa hal tersebut diatas apabila diamalkan, Insya Allah seseorang akan memiliki cahaya/kekuatan batin yang kuat sehingga apa yang terprogram dalam hati akan cepat terlaksana.
1. Z i k i r.
Zikir memiliki pengaruh yang kuat terhadap kecemerlangan cahaya batin. Hati yang selalu terisi dengan Cahaya Zikir akan memancarkan Nur Allah dan keberadaannya akan mempengaruhi perilaku yang serba positif.
Kebiasaan melakukan zikir dengan baik dan benar akan menimbulkan ketentraman hati dan menumbuhkan sifat ikhlas. Hikmah zikir amatlah besar bagi orang yang ingin membangkitkan kekuatan indera keenamnya ( batin ). Ditinjau dari sisi ibadah, zikir merupakan latihan menuju Ikhlasnya hati dan Istiqomah dalam berkomunikasi dengan Al Khaliq ( Sang Pencipta ).
      Ditinjau dari sisi kekuatan batin, zikir merupakan metode membentuk dan memperkuat Niat Hati, sehingga dengan izin Allah SWT, apa yang terdapat dalam hati, itu pula yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan kata lain, zikir memiliki beberapa manfaat, diantaranya : Membentuk, Memperkuat Kehendak, Mempertajam Batin, sekaligus bernilai Ibadah.
       Dengan zikir berarti membersihkan dinding kaca batin, ibarat sebuah bohlam lampu yang tertutup kaca yang kotor, meyebabkan cahaya-sinarnya tidak muncul keluar secara maksimal. Melalui zikir, berarti membersihkan kotoran yang melekat sehingga kaca menjadi bersih dan cahaya-sinarnya bisa memancar keluar.
Sampai disini mungkin timbul suatu pertanyaan. Apakah zikir memiliki pengaruh terhadap kekuatan batin? untuk menjawab pertanyaan ini, kiranya perlu diketahui bahwa hal tersebut merupakan bagian dari karunia Allah SWT.
Dalam sebuah Hadist. Bahwa dengan selalu mengingat Allah menyebabkan Allah membalas ingat kepada seorang hamba-Nya "Aku selalu menyertai dan membantunya, selama ia mengingat Aku" karena itu, agar Allah senantiasa mengingat Anda, perbanyaklah mengingat-Nya dengan selalu berzikir.

2. Do'a.
Seseorang yang ingin memiliki kekuatan Rohani pada dirinya, hendaklah memperbanyak do'a kepada orang lain, disamping untuk diri sendiri dan keluarganya. Caranya, cobalah anda mendo'akan seseorang yang anda kenal dimana orang itu sedang mengalami kesulitan.
Menurut para Ahli Hikmah, seseorang yang mendo'akan sesamanya maka reaksi do'a itu akan kembali kepadanya, contohnya : Anda mendo'akan si "A" yang sedang dirundung duka agar Allah berkenan mengeluarkan dari kedukaan, maka yang pertama kali merasakan reaksi do'a itu adalah orang yang mendo'akan, baru setelah itu reaksi do'anya untuk orang yang dituju.
Karena itu semakin banyak anda berdo'a untuk kebaikan sahabat, guru anda, orang yang dikenal / tidak dikenal, siapa pun juga, maka akan semakin banyak kebaikan yang akan anda rasakan. Sebaliknya jika anda berdo'a untuk kejelekan si "A" sementara si "A" tidak patut di do'akan jelek maka reaksi do'a tersebut akan kembali kepada Anda. Contohnya : Anda berdo'a agar si "A" jatuh dari sepeda motor, maka boleh jadi anda akan jatuh sendiri dari sepeda motor, setelah itu baru giliran si "A".
Tetapi dalam sebuah Hadist disebutkan, Seseorang yang berdo'a untuk kejelekan sesamanya maka do'a itu melayang-layang di Angkasa, jika orang yang dido'akan jelek itu orang zalim maka Allah SWT akan memperkenankan do'anya, sebaliknya jika orang yang dituju itu orang baik-baik, maka do'a itu akan kembali menghantam orang yang berdo'a.
Dari sini lalu timbul konsep "Saling Do'a men Do'akan" seperti guru memberikan atau menghadiahkan do'a berupa surat Al Fatehah kepada muridnya. Sebaliknya murid pun berdo'a untuk kebaikan gurunya. Lalu siapa yang patut disebut guru?. Guru adalah orang yang memberikan informasi pengetahuan akan suatu ilmu. Dimana ilmu itu selanjutnya kita amalkan dan bermanfaat.
Dalam Hadist yang lain disebutkan bahwa do'a yang mudah dikabulkan adalah do'a yang diucapkan oleh seorang sahabat Secara Rahasia, Mengapa ?? ini disebabkan karena do'a itu diucapkan secara Ikhlas. Keikhlasan memiliki nilai (kekuatan) yang sangat tinggi.
Karena itu perbanyaklah berdo'a atau mendo'akan sesama yang sedang dirundung duka. Insya Allah reaksi dari do'a itu akan anda rasakan terlebih dahulu, selanjutnya baru orang yang anda do'akan, semoga .
Di samping itu, mendo'akan seseorang memiliki nilai dalam membentuk kepribadian lebih peka terhadap persoalan orang lain. Jika hal ini dikaitkan dengan janji Allah ; Bahwa barang siapa yang mengasihi yang dibumi maka yang dilangit akan mengasihinya, berlakulah hukum timbal balik. Siapa menanam kebajikan ia akan menuai kebajikan juga, sebaliknya jika ia menanam kezaliman maka ia pun akan menuai kezalimannya juga.

3. Shalawat Nabi.
Mungkin sudah sering/ pernah mendengar nasihat dari orang-orang tua kita bahwa kalau ada bahaya, kita disarankan salah satunya adalah untuk memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Konon dengan mendo'akan keselamatan kepada Nabi, Allah SWT akan mengutus para malaikat untuk ganti mendo'akan keselamatan kepada orang itu. Dalam beberapa hadist Rasullullah SAW banyak kita temukan berbagai keterangan tentang Afdalnya bershalawat. Diantaranya : "Setiap do'a itu Terdindingi, sampai dibacakan Shalawat atas Nabi ". (HR. Ad- Dailami).
Pada hadist yang lain yang diriwayatkan oleh Ahmad, Nasa'I dan Hakim, Rasullullah SAW bersabda, "Barang siapa membaca Shalawat untuk Ku sekali, maka Allah membalas Shalawat untuknya sepuluh kali dan menanggalkan sepuluh kesalahan darinya dan meninggikannya sepuluh derajat ".
      Yang berkaitan dengan urusan kekuatan batin, terdapat dalam Hadist yang diriwayatkan Ibnu Najjar dan Jabir, "Barangsiapa ber-Shalawat kepada Ku dalam satu hari seratus kali, maka Allah SWT memenuhi seratus hajatnya, tujuh puluh daripadanya untuk kepentingan akhiratnya dan tiga puluh lagi untuk kepentingan dunianya".
Berdasarkan hadist-hadist itu, benarlah adanya jika orang-orang tua kita menyuruh anak-anaknya untuk memperbanyak shalawat kepada anak cucunya. Karena selain merupakan penghormatan kepada junjungannya juga memiliki dampak yang amat menguntungkan dunia dan akhirat.

4. Makanan Halal dan Bersih.
BERSAMBUNG ke Hal - 

sumber : nursyifa.net
]]>